Entry: Jerit... Monday, April 19, 2004



Bara perih terampung dalam setitik noda
hitam, pekat...

Dendam seorang anak manusia
mengalir dalam pembuluh-pembuluh nadi,
membunuh senyum mengukir derita
mengiringi isak tangis yang terabaikan

Waktu berlalu, roda-roda detik terus berjalan
dengan jerat yang mengekang jiwa,
tak berakal tuk putuskan
berteriak, meraung, menjerit

Ia lelah, terlalu panjang jalan tempuhnya
ia mencari si pendosa, namun sia
terguncang...
bahkan hampir kehilangan jiwa

Dendam itu sama sekali tak bergerak
bersembunyi dalam diri dan hati

Diam seorang anak manusia
terdengar bisik manis dalam kalbu
coba hiraukan setan laknat terkutuk yang mempengaruhi
ia ingin kembali suci
terbang dari segala dendam yang mengintai...

Hehehehe... nih puisi aneh banget yah! :p Spontanitas, euy! Lagi bosen aja, g tw mo ngpain... Akhir2 ni satu kelas hun pada kena "virus" males semua... Terutama cewek2nya. Malah diberitain di "Radio Meuigô" (Cuma becanda, radio LIVE bikinan anak2 kelas untuk anak2 kelas jg, iseng2 g da kerjaan). Tuh yang kasi namanya si Riski. Dasar tuh anak usil banget seh! :p

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments